PERILAKU TERCELA
PERILAKU TERCELA
Oleh : Zuliyanti Dalimunthe (1920100249)
Manusia perlu memperhatikan perangainya dari waktu ke waktu yang dalam perjalanan itu kehidupan manusia mengalami banyak perubahan. Kemajuan peradaban menimbulkan pergeseran banyak perilaku yang mempengaruhi perangai perorangan maupun kelompok, perilaku tercela adalah perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah.Seseorang yang berbohong, sombong, pamer, menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidakadilan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lain. Itu semua adalah perbuatan tercela. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat akhlak-akhlak tercela tersebut. Seseorang tidak akan mendapatkan kebahagiaan, jika ia selalu melakukan perilaku-perilaku tercela.
Al-Qur’an juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang akhlak-akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat dan perilaku tercela harus dihindari dalam pergaulan sehari-hari karena akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
1.Pengertian Perilaku Tercela
Sikap Tercela atau Akhlaqul Madzmumah dapat juga disebut dangan istilah akhlaqus sayyi’ah, artinya sikap dan perilaku yang dilarang oleh Allah SWT atau tidak sesuai dangan syari’at yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Untuk itu sikap dan perilaku semacam ini harus di tinggalkan oleh siapa pun yang ingin menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Jadi,perilaku tercela adalah sikap dan perbuatan seorang muslim yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam ajaran islam, baik dari segi ucapan atau perbuatannya dan semua sikap dan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, karena akan mendatangkan kerugian baik bagi pelakunya ataupun orang lain.
2.Macam-Macam Perilaku Tercela
A.Hasud
Hasud (dengki, iri hati) adalah sikap tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha menghilangkannya atau mencelakakan orang lain tersebut. Hasud biasanya timbul karena kelebihan yang dimiliki orang lain yang tidak ia miliki.
Dalam hadis dikatakan, Rasulullah bersabda, “Hasud akan memakan segala amal kebaikan yang telah dilakukan, seperti halnya api yang memakan habis kayu bakar.” (HR Ibnu Majah dari Anas bin Malik).
Orang yang hasud sejatinya adalah orang yang merugi karena selalu dihantui perasaan tertekan melihat orang lain mendapatkan kelebihan.Sehingga, ia tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya.Padahal, Allah memberikan kelebihan yang berbeda kepada setiap manusia.Dapat dibayangkan betapa rugi dan buruknya orang-orang seperti ini. Nabi melarang hasud dan menganjurkan kita untuk hidup bersaudara, tanpa hasud, tanpa kebencian, di hati kita.
“Janganlah kalian saling hasud (mendengki), saling memutuskan hubungan, saling membenci, dan saling membelakangi. Tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim).
B.Riya'
Riya' secara bahasa adalah memperlihatkan amal kebaikan kepada orang lain.menurut istilah riya adalah memperlihatkan ibadah dengan maksud dan tujuan dilihat manusia dan mengharapkan pujian atas apa yang diperlihatkannya itu,riya berasal dari kata ruiyah yang berarti penglihatan.tujuannya untuk memperoleh pujian dari orang banyak.
Sayyidina Ali sudah membantu kita sebagai umat Muslim untuk mengenali sifat-sifat orang yang suka riya.
لِلْمُرَائِي ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ : يَكْسَـلُ إذَا كَانَ وَحْدَهُ، وَيَنْشَـطُ إذَا كَانَ فِي النَّاسِ، وَيَزِيدُ فِي الْعَمَلِ إذَا أُثْنِيَ عَلَيْهِ وَيَنْقُصُ إذَا ذُمَّ
Orang riya (pamer) memiliki tiga ciri: malas ketika sendirian, rajin saat di tengah banyak orang, serta amalnya meningkat kala dipuji dan menurun kala dicaci. (Sayyidina Ali ibn Abi Thalib, dikutip dari Ihya’ ‘Ulumiddin karya Imam al-Ghazali
Di lihat dari bentuknya Riya' terbagi menjadi dua golongan :
1..Riya’dalam niat
Riya' yang berkaitan dengan hati, maksud riya’dalam niat, yaitu sejak awal perbuatan bahkan yang dilakukannya tidak didasari ikhlas ,sebelumnya sudah didasari riya'. Yang mengetahui hanya Allah SWT dan dirinya saja.
2.Riya’ dalam perbuatan
Lanjutan daripada niat di dalam hati tadi, yakni menunjukkan segala tindak perbuatan atau ibadah dihadapan orang lain dengan tujuan untuk diperhatikan dan mendapat pujian.
Macam-macam riya’ dalam perbuatan adalah:
a.Riya’ badan. Misalnya; memamerkan tubuh yang kurus tanda rajin berpuasa.
b.Riya’ dalam pakaian. Misalnya; mengenakan pakaian yang sesuai dengan syar’i agar dianggap sebagai orang yang alim.
c.Riya’ dalam ucapan. Misalnya; membaca Al-Qur’an dengan suara yang, merdu dan fasih dihadapan orang agar dipuji.
Nabi Muhammad SAW pun menyebutkan bahwa riya adalah suatu perbuatan yang disebut syirik kecil. Sebab, sudah termasuk dalam hal menyekutukan Allah SWT dengan hawa nafsu diri atau respon orang lain.
“Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi Saw, ditanya tentang apa yang dimaksud syirik kecil itu, maka beliau menjawab yaitu riya.” (HR Ahmad)
C.Aniaya
Aniaya berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya perbuatan bengis, penyiksaan atau zalim.Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya.
Allah SWT berfirman :
Artinya : “Barang siapa yang melanggar hukum- hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Baqarah,2 : 229)
Aniaya atau zalim termasuk sifat tercela yang dikutuk Allah, dilaknat para malaikat dan dibenci sesama. Aniaya atau zalim termasuk perbuatan dosa yang dapat menjatuhkan martabat pelakunya dan merugikan pihak lain.
Macam-macam aniaya yaitu :
1.Aniaya (zalim) terhadap Allah SWT.
2.Aniaya (zalim) terhadap diri sendiri
3.Aniaya (zalim) terhadap sesama manusia
4.Aniaya (zalim) terhadap alam (lingkungan)
D.Diskriminasi
Secara bahasa diskriminasi berasal dari bahasa inggris “Discriminate” yang berarti membedakan. Dan dalam bahasa Arab istilah Diskriminasi di kenal dengan Al-Muhabbah ( المحا با ة ) yang artinya membedakan kasih antara satu dengan yang lain atau pilih kasih.Kosa kata Discriminate ini kemudian diadopsi menjadi kosa kata bahasa Indonesia “Diskriminasi” yaitu suatu sikap yang membeda-bedakan orang lain berdasarkan suku, agama, ras, dan lain sebagainya.
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian". (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564).
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain.
Diskriminasi dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Diskriminasi langsung. Terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
2. Diskriminasi tidak langsung. Terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.
3.Cara Menghindari Perilaku Tercela
a.Perbanyak beribadah
Usahakan untuk meningkatkan ibadah kita agar dapat menjadi cara menjadi pribadi yang baik dan Islami, dan menghindari semua perilaku tecela tersebut.
b.Biasakan berbagi
Membiasakan diri berbagi dengan sesama, dimulai dari keluarga dan teman dekat. Lakukan semuanya dengan hati ikhlas dan karena ingin membantu orang lain serta berbagi kebahagiaan bersama.
c.Selalu bersyukur atas nikmat Allah
Biasakan untuk mengucap syukur atas segala kejadian baik yang kita alami, sekecil apapun itu. Bersyukur adalah cara merubah diri menjadi lebih baik dan terhindar dari perilaku yang tercela.
d.Jaga tali silaturahmi
Menghilangkan perilaku tercela bisa dengan menjalin tali silaturahmi yang baik dengan sesama muslim. Jika memiliki hubungan baik dengan orang lain dalam pergaulan, hal itu dapat menjadi cara menjaga kesehatan hati agar tidak dikotori perasaan buruk.
Jadi,dalam Islam perilaku atau akhlak sangat di perhatikan, perilaku tercela adalah perilaku yang dilarang dan diharamkan oleh Allah swt.Macam-macam dari perilaku tercela seperti dijelaskan di atas yaitu Hasad,Riya', Aniaya dan Diskriminasi. Perilaku tercela tersebut merupakan suatu sikap atau perbuatan jelek yang merugikan diri sendiri dan orang lain, perilaku yang dilarang agama dan tidak diridhoi oleh Allah SWT. Seseorang yang melakukan perilaku tercela akan mendapat kesulitan baik di dunia maupun di akhirat. Kesenangan yang didapat dari perilaku atau akhlak tercela di dunia hanyalah sementara.Oleh karena itu kita harus menghindari perilaku tercela.